Pela surga diutara

Author: enggar

Pagi sekali kumelangkah

Menetas batas menempuh juntai rimba rasa

Kening yang tergurat dalam titian dokma

Taukah kamu?

Mimbar itu kusiapkan untuk kita.

Aku sedang menunggu tamu...

Sudah siap pula saji dalam nampan cinta ini

Sepotong hati, sebentuk rupa,

Apalagi aku,

Apalagi kamu,

Sekarang sudah siap!

Semua beres!

Cemeti sudah terayun diatas langit

Air mata hujan masuk kembali kedalam awan

Mari kita kecup kening masing-masing

Dengan segera melesat

Meski rancu ranca hasrat

Tetap beda apa yang tinggal dalam cawet

Kelelakianku kewanitaanmu setali untaian

Gila, liar, binal, jahanam apalah itu

Tetap saja........

Eranganmu berpadu bulan yang tetap kalem

Hanya sumpal kapas, mempanpun hanya sebatas sutra

Tok, tok, tok..

Malaikat berkepala anjing

Bersenda gurau, bercanda candu

Menunggui sebatas pintu

Sudah ya......!!!!!

Mimpiku hari ini sudah banyak

Mungkin besok lagi kita bertemu

Garuk-garuk selangkangan ternyata uangku tidak cukup,

Akupun hanya diam, sembari mengusap ingus kubenahi pula posisi kancut yang mulai meleset...........

 

0 Response to “Pela surga diutara”

Leave a Reply